Pages

Jumat, 31 Mei 2013

KAI Panjalu Sulap Limbah Kayu Jadi Karya Seni Sunda

Panjalu (14/1). Limbah kayu seringkali dianggap sampah yang tak ada manfaatnya selain untuk kayu bakar. Potongan kayu sisa pabrik, perusahaan kusen, dan sisa kayu lainnya sebagian besar tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. apalagi untuk hal yang bernilai tinggi.
Tetapi berbeda bagi kelompok pemuda yang menamakan dirinya Komunitas Anak Ibu (KAI) Panjalu. KAI beralamat di Jln. Padati Rt 05 Rw 03, Dusun Pabuaran, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Bagi para pemuda tersebut, banyaknya limbah kayu merupakan sumber inspirasi dan ladang untuk mendapatkan pengalaman dan rezeki. Limbah kayu berbagai bentuk dan ukuran tersebut disulap menjadi karya  yang benilai seni budaya sunda.
Hal itu disampaikan oleh Sutan Ahmad (26) disela-sela kegiatan Pelatihan TIK Perdesaan yang dilaksanakan di Sekretariat PPK Kec. Panjalu (Sabtu, 12/1/2013).
“Karya yang kami buat itu  lebih banyak berupa kujang, trophi kayu, cinderamata, pigura, asesoris seperti pin, gantungan kunci, tempat ballpoint, lampu hias, hiasan dinding dan sebagainya. Juga alat musik sunda buhun seperti celempung, karinding dan alat seni lainnya”  ujarnya.
” Hasil seni produksi Galeri KAI Panjalu tidak lepas dari upaya  melestarikan nilai budaya sunda, agar para generasi muda di Panjalu dapat mengenal budaya para karuhun/nenek moyang mereka,” tambah Mang Utenk Sapaan akrab Sutan Ahmad.
Menurutnya hampir semua kreasi  tersebut selalu menyertakan “Kujang  berkepala maung” sebuah  senjata  asal Jawa Barat yg diidentikkan dengan tokoh Prabu Siliwangi, Raja Padjadjaran.
“Semua karya besar ini tidak lepas dari peran dan kreasi sang maestro artistik yaitu Mang Ganda (60) tokoh seni budaya Desa Panjalu. Dialah sumber inspirasi kami dan selalu memberikan bimbingan, arahan dan contoh sehingga terwujud seperti ini. Sampai saat ini Kami hanya mampu mewujudkan nol koma sekian persen  dari mimpi besar kami” ujar Mang Utenk.
Harapan Mang Utenk dan Mang Ganda serta yang lainnya adalah terciptanya peran pemuda dalam  dinamika pelestarian seni  budaya melalui karya seni yg diciptakan. Adanya peningkatan  ekonomi dan kemandirian bagi para pemuda, sehingga pemuda semakin betah tinggal dan  berkreasi di desanya.
Melihat keseriusan dan semangat pemuda, pihak Pemerintah Desa Panjalu meresponnya dg memberikan stimulasi dana melalui program PNPM. Hal ini disambut positif oleh para pemuda. Dana stimulan tersebut digunakan untuk membeli beberapa peralatan seperti mesin dan lain sebagainya. Sehingga dapat membantu percepatan dalam pembuatan kerajinan.
Bagi anda yg berminat untuk membeli hasil kerajinan Galeri Komunitas Anak Ibu (KAI) Panjalu anda dapat langsung datang ke sekretariat KAI atau ke Galeri KAI Mang Utenk di Jln. Kaum Rt 11 Rw 06 Cimendong, Panjalu, Ciamis. Atau dapat menghubungi melalui:
* Mobile Phone : +6281313619103 ( Mang Utenk)
* Tweeter : @KAI_panjalu
* Facebook : Komunitas Anak Ibu (KAI)
* Blog : galerikai.blogspot.com
“Maju Pemuda Indonesia, Lestarilah Budaya Sunda”

sumber : www.panjalu.desa.id ( Aji Panjalu )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar